PENDIDIKAN BAHASA ARAB
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
  • Belajar B.Arab Melalui Cerita Bergambar
  • Teknik Menarik dalam Mengajar B. Arab
  • Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab
  • Sejak Dini Belajar Bahasa Arab
  • Pentingnya Belajar Bahasa Arab
  • Mudah Belajar Bahasa Arab
  • Belajar Cepat Bahasa Arab
  • Mengapa belajar bahasa Arab ?
  • Belajar Bahasa Arab, Sulitkah ???
  • Tehnik Belajar Bahasa Arab
  • Wajibkah Belajar Bahasa Arab ??
  • Belajar online bahasa arab
  • Kesulitan Belajar Bahasa Arab
  • Situs Translate Bahasa Arab
  • Pendekatan Pembelajaran Bahasa Arab
  • Problematika Pembelajaran Bahasa Arab
  • Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab
  • Teknik Main Peranan dalam Pemb B.Arab
  • Teknik Sumbangsaran dalam Pemb B.Arab
  • Teknik Simulasi dalam Pemb B.Arab
  • Teknik Latih-Tubi dalam Pemb B.Arab
  • Metode Pembelajaran Sya'ir Arab
  • Implementasi Teknologi Dlm Pemb B. Arab
  • Huruf Hijaiyah Awal Pembelajaran B.Arab
  • Metode Pemb Klasik & Modern B.Arab
  • Metode Pembelajaran B.Arab Secara Umum
  • Pemb B.Arab (Active Learning) Silberman
  • PEMIKIRAN BAHASA ARAB

    Implementasi Teknologi Dalam Pembelajaran B. Arab

    Oleh: Samsul Afandi
    I. Latar Belakang
    Hampir setiap guru mungkin pernah menemukan suasana kelas yang tidak kondusif untuk proses pembelajaran. Para siswa tidak merespon apa yang guru bawakan dan guru merasa kurang efektif berbicara di depan siswa karena siswa tidak memperhatikan guru, ramai sendiri, main komputer dan kelas berubah menjadi gaduh. Jelas suasana begitu tidak akan mencapai tujuan pembelajaran seperti yang direncanakan. Penulis pernah juga merasakannya. Rugi rasanya berbicara terus dalam Bahasa Arab, sedangkan mereka diam mendengarkan tetapi tidak memahami apa yang dibicarakan guru. Sebagian siswa mengerutkan dahi karena tidak mengerti perkataan saya atau sedang punya masalah lain. Diajak membuka buku paket malah digambari macam-macam, disuruh mengerjakan latihan dari LKS malah saling contek. Pusing jadinya.

    II. Permasalahan
    Apabila kita amati, sebenarnya anak-anak sekarang bukanlah anak-anak bodoh. Mereka mampu berkomunikasi dalam Bahasa Arab secara sederhana. Mereka juga terbiasa menggunakan komputer dan sering chatting, bermain game, dan menulis tugas-tugas yang diperintahkan guru. Tetapi untuk pelajaran Bahasa Arab mereka sangat kesulitan dalam menulis huruf Arab, dan terkadang program sebagain sisiwa tidak dapat dipergunakan. Sehingga, guru mengarahkan sisiwa untuk terampil menulis percakapan dan kemudian diperagakan bersama pasangannya. Tetapi, justru yang mereka rasakan adalah kebosanan. Apa yang harus dilakukan? Dengan suasana hati siswa atau guru yang tidak senang, hampir bisa dipastikan proses pembelajaran tidak berjalan baik, dan hasilnya juga tidak maksimal. Dalam hal ini, guru harus jeli menyikapi permasalahan yang sedang dialami oleh siswa, yaitu kejenuhan dan kesan monoton. Karena itu, guru harus mencari formula yang fektif dan inovatif untuk membangkitkan motifasi siswa dalam belajar berbahasa Arab.

    Tulisan ini akan membahas tiga masalah pokok. Pertama, urgensi media dalam dalam pengajaran bahasa Arab; kedua, macam-macam media menurut para ahli pengajaran dan pendidikan; dan ketiga, penerapan media dalam pengajaran Bahasa Arab. Berhubung karena ada dua istilah baru yang tampaknya mungkin masih memerlukan penjelasan yaitu media dan toknologi, maka klarifikasi kedua istilah tersebut akan diuraikan terlebih dahulu.

    III. Klarifikasi Istilah

    A. Teknologi
    Kata “teknologi” berasal dari kata latin “tekno” yang bahasa Inggrisnya “art” dan kata “logos” atau “ilmu”. Menurut Webster, “art” adalah ketrampilan yang diperoleh lewat pengamatan, studi, dan observasi (1983:105). Dengan demikian, teknologi tidak lebih dari suatu ilmu yang membahas tentang ketrampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi, dan observasi. Bila dikaitkan dengan pengajaran, teknologi mempunyai pengertian dimana “teknologi bukan hanya sekedar benda, alat, bahan, perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi, dan manajemen, yang berhubungan dengan pengeterapan ilmu (Achsin, 1986). Erat kaitannya dengan kata “teknologi” dikenal juga istilah “teknik”. Teknik dalam pengajaran bahasa bersifat implementasional. Maksudnya bersifat apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas. Ia merupakan suatu strategi khusus. Richards (1982) menjelaskan pula bahwa “teknik” adalah prosedur (khutuwat) dan praktek yang sesungguhnya di dalam kelas.

    Dari sini tampak jelas bahwa “teknologi’ bukanlah hanya pembuatan kapal terbang, kapal pesiar, pesawat tempur yang mutakhir saja, tetapi melipat kertas menjadi kapal tebang mainan itu juga hasil teknologi, karena ia juga hasil ketrampilan dan seni (skill). Teknologi dibagi menjadi dua macam, yaitu teknologi canggih dan teknologi tradisional. Teknologi pengajaran bahasa Arab berada dalam wawasan pengertian teknologi tradisional. Dengan demikin, teknologi pengajaran bahasa Arab akan membahas masalah bagaimana seorang guru bahasa Arab memakai media dan alat bantu dalam KBM bahasa Arab yang sesungguhnya di dalam kelas. juga, membahas tentang masalah ketrampilan, sikap, perbuatan, dan strategi mengajarkan bahasa Arab.

    B. Media
    Kata media berasal dari kata latin “medius” yang artinya “tengah”. Secara umum, media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima. Media pengajaran secara luas dapat diartikan sebagai berikut: “Setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap (Achsin, 1986). Dalam pengertian ini, guru, buku, komputer, gambar, dan lingkungan sekolah adalah media.

    Menurut Berlach dan Ely (1971) mengemukakan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
    Menurut Heinich, dkk 1985 Media pembelajaran adalah media-media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan pembelajaran atau mengandung maksud-maksud pembelajaran.
    Media Martin dan Briggs 1986 mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.

    Menurut H Malik 1994 media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan si belajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

    Menurut sejarahnya, media pengajaran pertama kalinya disebut visual-education (alat peraga pandang), kemudian menjadi audio-visual aids (bahan pengajaran), seterusnya berkembang menjadi audio-visual communication (komunikasi pandang dengar), dan selanjutnya berubah menjadi educational tecnology (teknologi pendidikaan) atau teknologi pengajaran (Arsyad, 2004).

    IV. Tujuan
    Tujuan tulisan ini adalah mendiskripsikan dan mempergunakan fungsi atau urgensi penggunaan teknologi pengajaran siswa di tingkat sekolah dasar, untuk memetakan macam-macam media pengajaran Bahasa Arab, memotivasi guru dalam penerapan media dalam pengajaran Bahasa Arab, mendesain pengajaran Bahasa Arab yang lebih menarik dan fun bagi siswa. Sehingga siswa lebih nyaman dan semangat dalam mengikuti pelajaran.

    V. Pentingnya Media Dalam Pengajaran Bahasa Arab
    Penggunaan media dalam pengajaran bahasa Arab bertitik tolak dari teori yang mengatakan bahwa totalitas persentase banyaknya ilmu pengetahuan, ketrampilam, dan sikap yang dimiliki oleh seorang terbanyak dan tertinggi melalui indra lihat dan pengalaman langsung melakukan sendiri, sedangkan selebihnya melalui indra dengar dan indra lainnya (baca Azhar Arsyad, 2004:75).

    Media pandang ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya: menarik minat siswa, meningkatkan perhatian siswa, memberikan data yang kuat dan terpercaya, memadatkan informasi, memudahkan menafsirkan data. Media pengajaran dapat membangkitkan memotivasi belajar siswa serta memberika stimulus bagi kemauan belajar. Disamping itu, media pengajaran dapat membangkitkan rasa senang dan gembira siswa-siswi dan memperbaharui semangat mereka. Dengan rasa senang dan motivasi siswa yang tinggi, maka pembelajaran bahasa Arab di kelas lebih efektif, inovatif, komunikatif, dan dapat memantapkan pengetahuan bahasa Arab pada benak siswa.

    VI. Macam-macam Media Pengajaran dan Beberapa Alat Bantu
    Dr. Abdul Alim Ibraahim (1978), mengemukakan beberapa media pengajaran, sebagai berikut:
    1. Benda-benda aslinya Media ini dapat dipergunakan sebagai media dalam mengajarkan bahasa Arab tingkat pemula dan untuk kelas kecil. Contoh: pena, pensil, sepatu, jam, mobil dan lain-lain 
    2. Contoh riil dalam bertuk patung atau permainan. Contoh: rumah, mobil, sepeda motor, rumah sakit, kantin, klinik, dan lain-lain. 
    3. Gambar-gambar (stick figures, terbitan berkala, kosa kata bergamabar, cerita bergambar, kalimat bergambar, komentar foto) 
    4. Peta 
    5. Chart (bithoqoh al-lughoh) 
    6. Papan (papan tulis, papan tempel/pengumuman, papan plannel, papan kantong) 
    7. Kaset dan tape recorder
    Saya menambahakan beberapa media pengajaran bahasa, di antaranya:
    Power poit, Smard boart, internet, Buku besar, Laboratorium bahasa, dan Load spiker yang kesemuanya merupakan media mutakhir yang telah difasilitasi oleh Masjidil ‘Ilm Bani Hasyim. Dan guru diharapkan mampu mempergunakan secara otimal penerapan pengajaran bahasa berbasis media.

    VII. Pembuatan dan Penggunaan Media Pengajaran Bahasa Arab
    Diantara sekian banyak media pengajaran yang dikemukakan sebelumnya, maka hanya beberapa media yang perlu dibahas lebih lanjut bagaimana pembuatan dan penggunaannya. Dalam tulisan ini akan dirinci beberapa media pengajaran, yaitu Kepingan/potongan kertas (strip story), Bithoqoh al-lughoh, Power point, Stick figures, Buku besar (kitabun kabir), Flashcards,

    Secara sistematis ke 6 media pengajaran di atas akan dibahas satu persatu, sebagai berikut:
    1. Kepingan/potongan kertas (strip story)
    Teknik lewat media ini bertitik tolak pada suatu approach yang mengutamakan aktivitas komunikasi (nuthqun mubasyiroh) yang sesunguhnya agar kelak siswa dapat dengan mudah dan tidak sungkan untuk berkomunikasi dengan bahasa Arab. Pembuatan dan penggunaan strip story ini secara detail, sebagai berikut:
    a. Sebelum masuk kelas
    1. Guru memilih suatu topik cerita (muhola’ah) atau mahfudhah yang kira-kira dapat dibagi rata kalimat-kaliamatnya kepada siswa.
    2. Kaliamat-kalimat tersebut ditulis atau diketik dengan jelas dengan mengosongkan ruang ekstra antara setiap kalimat dengan kalimat lain.
    3. Lembaran kisah tersebut dipotong-potong dengan satu kalimat untuk masing-masing kepingan. Kalau siswanya banyak maka topik tersebut dapat ditulis siswa untberkali-kali pada lembaran yang lain kemudian siswa nantinya dibagi perfirqah.
    b. Kegiatan di dalam kelas
    1. kepingan kertas yang berisi kalimat itu dibagikan pada siswa secara random
    2. Guru meminta siswa untuk mengulang ulang dan siswa dilarang memperlihatkan pada siswa yang lain.
    3. Guru miminta murid untuk menutup kepingan kertas itu atau kertas itu dikumpulkan kembali.
    4. Guru meminta siswa untuk berdiri dari kursi. Setelah itu guru betul betul tenang mendengar dan melihat apa yang terjadi.
    5. Siswa sibuk menyusun kosakata mejadi variasi kalimat sederhana atau kalimat tanya jawab.
    6. Setelah siswa menyusun,siswa dipersilahkan duduk kembali.
    7. Guru menginstruksikan pada setiap siswa untuk menyebutkan masing masing kalimat yang telah disusunnya.
    8. Kalau masih ada waktu, siswa bisa diperintahkan untuk saling berdialog dengan siswa lainnya.
    Di sini dapat kita lihat bahwa teknologi pengaja lewat media potongan kertas ini bisa di pergunakan untuk pelajaran percakapan, tebak kata, menyusun kalimat, membuat kalimat tanya dan menyusun cerita. Dengan media ini siswa dapat termotivasi untuk belajar lebih aktif dan termotivasi (belajar dengan fun).

    2. Bithoqoh al-lughoh
    Teknik lewat media ini bertitik tolak pada suatu approach yang mengutamakan aktivitas komunikasi (nuthqun mubasyiroh). Dipridiksi dengan media ini kelak siswa dapat dengan mudah dan berani untuk berkomunikasi dengan bahasa Arab. Pembuatan dan penggunaan strip story ini secara detail, sebagai berikut:
    a. Sebelum di kelas
    1. Guru membuat kartu dari kertas karton atau asturo dipotog-potong dengan ukuran 10 x 10 cm
    2. Menuliskan kosa kata tematik dengan bahasa Arab
    b. Teknik di dalam kelas
    1. Kartu bahasa itu dibagikan pada masing-masing siswa secara random
    2. Guru mengintruksikan pada masing-masing siswa untuk menyebutkan kosa kata yang ada dikartunya masing-masing dengan suara nyaring
    3. Guru memberikan pola kalimat dengan menggunakan kosa kata yang ada pada siswa
    4. siswa merangkai kalimat dengan menggunakan kosa kata, kemudian diucapkan secara langsung
    5. Kemudian kartu itu ditukar dengan siswa yang lain hingga merata sehingga masing-masing merasakan untuk berbicara spontanitas.
    Media ini sangat membantu siswa dapam memahami pola kalimat tersruktur yang diajarkan guru dengan mudah dan efektif. Selanjutnya, agar siswa dapat mereview di rumah, guru menyuruh siswa untuk menuliskan di buku.

    3. Power point
    Media presentasi ini sangat menunjang pengajaran bahasa Arab di kelas IT. Dengan media ini siswa dapat belajar bahasa Arab dengan menggunakan idra pandang, dengar, dan indra pengucap secara bersama-sama. sehingga perolehan data bahasa lebih akurat, kuat, dan dapat memotivasi siswa untuk dapat melakukan pelafan bahasa dengan mudah, di samping realisasi bahasa lebih kongkrit dan jelas. Pembuatan dan pengguanaan media ini, sebagai berikut:
    a. Sebelum di kelas
    1. Guru membuat materi dengan power point tentang materi atau siswa membuat power point tentang tema
    2. Menyediakan sarananya, misalnya LCD, komputer, smard boad, power point
    b. Teknik di dalam kelas
    1. Guru menampilakan materi dilayar, misalkan gambar, foto, atau aktivitas
    2. Guru menyebutkan bahasa Arab fisual dalam materi
    3. Siswa mengikuti lafal yang dicontohkan guru baik kosa kata atau kalimat
    4. Guru mengajukan pertanyaan berkaitan dengan fisual
    5. Siswa merespon pertanyaan yang diajukan guru dengan bahasa siswa atau siswa membuat kalimat berdasarkan fisual
    6. Guru menyuruh siswa untuk maju berpsangan untuk melakukan tanya-jawab dengan mengunakan power point
    Media ini bisa dimodivikasi lebih interaktif dengan strategi game (wa akhiran intahaitu) yakni permainan tebak kata atau gambar dengan disempurnakan dengn merngkai kalimat. Dan tidak lupa memberi skor untuk memotivasi siswa belajar lebih interktif dan kondusif.
    4. Stick figures
    Gambar tangan yang dibuat sendiri oleh guru sewaktu ia mengajar atau yang telah disiapkan sebelumnya disebut stick figures. (stick = tongkat/batang). Gambar yang dimaksud di sini bukanlah gambar yang indah yang perlu dibuat oleh ahli gamgar. Dengan demikian gambar tersebut dapat dibuat oleh guru (bahasa) yang tidak pandai menggambar sekalipun.
    a. ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam membuat stick figures, yaitu ciri-ciri tetap pada benda atau situasi yang digambar dan bentuknya mudah dan jelas mudah dikenal.
    b. Cara melatih diri membuat stick figures
    1. Copy gamabar-gambar stick figures yang ada pada tulisan ini
    2. perhatikan dan ingat ciri-ciri khusus setiap gamabar
    3. pakailah imajinasi
    4. latihlah berkali-kali sampai lancar
    Media ini hampir sama dengan simbol bahasa atau komentar gambar. Media ini merangsang siswa untuk menebak bahasa melalui simbol dan gambar. dengan demikian siswa terlatih belajar bahasa melalui simbol. Sehingga anak termotivasi untuk melakukan permainan dan tebak gambar.

    5. Buku besar (kitabun kabir)
    Buku besar pada umumnya dibuat oleh guru, yaitu buku yang berisi teks atau percakapan bergambar yang menuntun siswa untuk terampil berbahasa. Misalkan, buku itu ingin mengajarkan tentang alat-alat sekolah, maka guru bisa mengambarkan pralatan sekolah di buku itu, kemudian guru memberi contoh membuat kalimat tanya-jawab sesuai dengan gambar itu. Demikian pula dengan gambar-gambar yang lain,siswa tinggal mengikuti pola kalimat terpimpin. Sehingga secara tidak langsung siswa dapat menyerap bahasa Arab dengan mudah dan praktis.

    6. Flashcards
    Flashcards adalah semacamkartu pengingat atau kartu yang diperlihatkan sekilas kepada siswa. Ukurannya biasanya terserah pada ukuran kelasnya. Flashcards ini biasanya diletakkan ditempat-tempat strategis, yangmana siswa diharapkan selalu melihat dan mereview kosa kata yang ada dalam flashcards dan guru tinggal memberi stimulus bahasa dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa dan siswa terbiasa untuk merespon bahasa. Strategi ini sangat membantu siswa untuk belajar bahasa diluar jam bahasa Arab. Jika ini dilakukan secara kontunyu dan peralihan flashcards secara berkala, maka siswa dapat menyerap bahasa lebih banyak tanpa menimbulkan kesan sulit pada bahasa Arab.

    VIII. Hasil Penelitian
    Dari paparan di atas jelaslah bahwa penggunaan media sangat membantu proses belajar-mengajar di kelas, terutama bagi siswa. Karena itu, penggunaan teknologi pengajaran siswa dapat meningkatkan ketrampilam siswa dalam berbahasa Arab. Menyenangkan, nyaman, cepat, tepat, singkat, akurat, nyata, sederhana, mudah, praktis dalam mengajar dapat dicapai dengan optimalisasi penggunaan teknologi pengajaran. Namun, di sisi lain terdapat kelemahan-kelemahan penggunaan teknologi pengajaran bahasa ini, yaitu media terkadang tidak dapat mewakili bahasa-bahasa yang sifatnya abstrak dan tidak realita. 

    Penggunaan media ini menuntut guru untuk lebih kreatif menciptakan media-media baru sesuai dengan tema, terkadang meia sulit diperoleh oleh guru saat akan mengajar, karena minimnya bahan-bahan ajar yang sudah siap pakai. Produksi dan kreatifitas guru sangat dibutuhkan bagi pengajaran berbasis guru ini. Media menawarkan banyak kemudahan dan alternatif bagi kesulitan guru saat mentrasfer bahasa pada siswa, di samping menuntut kerja keras guru untuk terampil dan aktif menyediakan media-media baru serta memotivasi guru untuk menciptakan metode-metode baru yang belum dipergunakan sebelumnya.

    IX. Penutup
    Meskipun telaah atau kajian tentang teknologi pengajaran ini kurang mendapat perhatian dari para guru pengajar terutama pengajaran bahasa Arab, tetapi uraian singkat ini hemat penulis sangat penting untuk meningkatkan kualias dan profesionalitas guru untuk mentransfer ilmu kebahasaannya. Karena, pada umumnya banyak menganggab bahwa belajar bahasa Arab itu sulit, terjebak pada struktur kalimat dan kebahasaan. Sehingga, murid mengalami kesulitan untuk memahami bahasa dan sulit untuk mengaplikasiakan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. 

    Paradigma ini harus dirubah menjadi kesan yang menyenangkan dan mudah. Tentunya dengan merekonstruksi dan menformat metode dan media menjadi metode baru yang lebih interaktif dan menyenangkan. Harapan kami dengan kajian ini guru memiliki informasi baru untuk mampu mereproduksi media-media baru yang dapat dipergunakan dalam pengajaran.

    Reactions:

    0 comments:

    Poskan Komentar